lif logo
Food and Nutrition

Makanan Sehat Bisa Jadi Berbahaya jika Kamu Lakukan Ini

24 Jun 2025

3 Min Read

lif app banner desktop

Makanan sehat bukan hanya mengonsumsi sayur atau buah-buahan. Terkadang, cara kita mengolah makanan bisa mengubahnya dari sehat menjadi ancaman kesehatan. Terutama pada zaman serba cepat ini, makan bukan hanya soal mengisi perut, tapi juga jadi bagian dari gaya hidup. Sayangnya, beberapa kebiasaan makan kita justru membuat makanan yang tadinya sehat berubah jadi ancaman buat tubuh. 


1. Minyak Goreng yang Dipakai Berulang Kali

Tahukah kamu kebiasaan menggunakan minyak goreng berulang kali bisa bahaya, lho. Minyak goreng bekas yang dipakai berkali-kali dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti aldehid dan akrolein. Ini adalah senyawa yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan peradangan kronis. Ditambah lagi, radikal bebas yang dihasilkan bisa mempercepat penuaan.

Solusi yang dapat kamu lakukan: Ganti minyak setiap kali memasak atau beralih ke metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang, mengukus, atau merebus.


2. Memasak Daging dengan Suhu Terlalu Tinggi

Kamu suka BBQ-an? Menurut jurnal, memasak daging pada suhu tinggi (seperti memanggang hingga gosong) dapat memicu pembentukan senyawa berbahaya seperti heterosiklik amina (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Senyawa ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. 

Jika kamu sering mengkonsumsi daging merah, ayam, dan ikan dan mengolahnya dengan suhu tinggi hingga “gosong” maka kamu harus sudah berhati-hati karena makanan tersebut yang paling banyak menghasilkan HCA dalam suhu tinggi.

Solusi yang dapat kamu lakukan: Masak daging dengan suhu sedang, jangan sampai gosong. Slow-cooking bisa jadi alternatif yang lebih sehat karena dapat menjaga zat gizi makanan kamu.


3. Terlalu Banyak Garam dalam Makanan

Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun apakah kamu tahu jika garam tidak hanya ada di makanan asin, tapi juga di makanan olahan seperti mi instan dan camilan? Maka dari itu, sebaiknya kamu membaca informasi nilai gizi sebelum membeli makanan kemasan. Batasan asupan garam atau natrium dalam satu hari adalah 2000 mg.

Solusi yang dapat kamu lakukan: Kurangi konsumsi makanan olahan dan biasakan membaca label gizi makanan. Kamu juga dapat memilih bumbu alami dibandingkan bumbu instan yang terkadang mengandung garam yang tinggi.


4. Gula Tambahan khusus di bagian ini ditambahkan data prevalensi diabetes di Indonesia berdasar data IDF

Gula tambahan adalah salah satu penyebab utama obesitas dan diabetes tipe 2. Gula tidak hanya membuat makanan jadi manis, tetapi juga bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Tahukah kamu jika Indonesia ada di peringkat kelima dunia dengan jumlah diabetes terbanyak yaitu 19,5 juta penderita di tahun 2021.

Bayangkan hal ini: setiap kali kamu minum bubble tea atau soda, tubuh kamu seperti menerima kejutan listrik dari lonjakan gula darah. Kalau kejutan ini terjadi terus-terusan, tubuh kamu akan bingung dan bisa rusak. Lama-lama, sel tubuh kamu bisa “lelah” mengatur gula, dan diabetes bisa terjadi.

Solusi yang dapat kamu lakukan: Kurangi konsumsi minuman manis dan pilih cemilan sehat seperti buah-buahan segar.


5. Penggunaan Bahan Pengawet Berbahaya

Bahan pengawet seperti nitrat dan nitrit dalam daging olahan bisa menjadi nitrosamin di dalam tubuh, yang diketahui berpotensi menyebabkan kanker. 

Solusi yang dapat kamu lakukan: Pilih makanan segar atau produk olahan yang berlabel bebas nitrat.


6. Penyimpanan Makanan yang Tidak Tepat

Penyimpanan makanan yang sembarangan dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri seperti Salmonella dan Listeria. Makanan yang tidak disimpan pada suhu yang tepat bisa menimbulkan risiko keracunan makanan.

Solusi yang dapat kamu lakukan: Simpan makanan di suhu yang sesuai. Jangan lupa cek tanggal kadaluarsa dan segera konsumsi bahan segar sebelum basi.


7. Bahan Makanan yang Sudah Tidak Segar

Bahan makanan yang sudah lama disimpan bisa kehilangan sebagian besar nutrisinya. Buah dan sayuran yang layu tidak hanya kurang bergizi, tetapi juga bisa terkontaminasi bakteri. Apakah kamu tahu jika oksigen di udara dapat bereaksi dengan nutrisi tertentu? Seperti vitamin C dan vitamin E, sehingga menyebabkan penurunan kandungan gizi.

Solusi yang dapat kamu lakukan: Selalu pilih bahan makanan segar dan segera olah setelah membelinya.

Menjaga makanan tetap sehat itu lebih dari sekadar memilih bahan yang tepat. Kita juga harus memerhatikan cara memasak, menyimpan, dan mengolahnya. Dengan sedikit usaha, kita bisa menikmati makanan yang enak sekaligus menyehatkan. Yuk, mulai ubah kebiasaan kecil untuk kesehatan jangka panjang!



WhatsApp
footer-banner

See Our Social Media

Stay in touch with your body and get Healthier

Get daily wellness tips, product updates, and health inspiration. Follow us on social media. See Our Social Media.

Get In Touch!

Have questions about our products or programs? Our team is ready to help.

Contact Us

For Corporates

Phone

08999 7474 77