lif logo
Food and Nutrition

Makanan Olahan: Pilihan Bijak atau Ancaman Kesehatan?

17 Jul 2025

3 Min Read

lif app banner desktop

Apakah kamu tahu kalau makanan olahan itu beragam? Mulai dari yang terlihat sederhana hingga yang sudah melewati banyak tahap pengolahan. Mengetahui jenis-jenis makanan olahan bisa membantu kamu lebih bijak memilih mana yang aman dikonsumsi sehari-hari dan mana yang harus dibatasi. Dengan mengonsumsi makanan yang telah melewati banyak pengolahan dan zat kimia tambahan dalam jangka panjang terbukti dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah sebanyak 39% menurut penelitian yang disampaikan di European Society of Cardiology Congress tahun 2023.



Jenis-Jenis Makanan Olahan Berdasarkan Prosesnya

Makanan olahan yang sering kamu temui terutama di swalayan atau supermarket dapat dibagi menjadi tiga kategori utama:


1. Minimally Processed Foods (Makanan Olahan Minimal)


Makanan olahan minimal adalah makanan yang hanya melalui sedikit pengolahan untuk mempertahankan kesegaran atau meningkatkan masa simpan. Contohnya: buah dan sayuran yang dicuci dan dipotong, susu pasteurisasi, dan daging segar yang didinginkan.

Makanan ini masih kaya nutrisi karena proses pengolahannya minimal, jadi aman untuk konsumsi rutin.


2. Processed Foods (Makanan Olahan Ringan)


Makanan dalam kategori olahan ringan telah mengalami pengolahan lebih lanjut, seperti penambahan bahan seperti garam, gula, atau minyak. Tujuannya untuk meningkatkan rasa atau masa simpan. Contohnya: keju, roti, tahu dan tempe kemasan, dan ikan kaleng.

Roti gandum atau keju alami bisa menjadi pilihan yang lebih sehat daripada roti putih biasa atau keju olahan tinggi garam.


3. Ultra-Processed Foods (Makanan Ultra-Olahan)


Nah, di sinilah kamu perlu hati-hati! Ultra-processed foods adalah makanan yang melewati banyak tahap pengolahan dan mengandung bahan tambahan seperti pewarna, pengawet, perasa buatan, dan emulsifier. Contohnya: mie instan, minuman bersoda, sosis dan daging olahan (seperti nugget, ham, bacon), serta snack kemasan (keripik, biskuit manis).

Jurnal penelitian menunjukkan bahwa makanan ultra-olahan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Tak semua makanan olahan diciptakan sama. Yuk lihat perbedaan kandungan nutrisinya berdasarkan jenis olahan dari yang paling alami hingga yang paling diproses.


Minimally processed foods: Kandungan nutrisi tetap terjaga karena hanya mengalami sedikit modifikasi. 

Processed foods: Kandungan nutrisi alami berkurang, tetapi masih lebih baik dibandingkan ultra-processed foods. 

Ultra-processed foods: Rendah serat, vitamin, dan mineral, tapi tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam.


Tips Menghindari Konsumsi Berlebihan Makanan Ultra-Olahan


  1. Baca label nutrisi: Cari tahu kandungan gula, garam, dan bahan tambahan lainnya.
  2. Pilih camilan alami: Ganti keripik kemasan dengan buah segar atau kacang panggang.
  3. Masak sendiri: Cobalah membuat makanan favorit di rumah dengan bahan alami.
  4. Batasi makanan instan: Boleh sesekali, tapi jangan dijadikan menu harian.


Makanan olahan bukan musuh besar selama kamu tahu bagaimana memilih dan mengkonsumsinya dengan bijak. Minimally processed dan processed foods seperti roti gandum atau tempe masih bisa jadi bagian dari diet sehatmu. Tapi, ultra-processed foods sebaiknya dikurangi demi kesehatan jangka panjang.

WhatsApp
footer-banner

See Our Social Media

Stay in touch with your body and get Healthier

Get daily wellness tips, product updates, and health inspiration. Follow us on social media. See Our Social Media.

Get In Touch!

Have questions about our products or programs? Our team is ready to help.

Contact Us

For Corporates

Phone

08999 7474 77