Kadar Gula Darah Saat Berpuasa
19 Mar 2024
0 Min Read


Puasa Ramadan membuat kita harus menahan diri dari makan dan minum mulai fajar hingga matahari terbenam, yang dapat berlangsung hingga 13-14 jam. Tak jauh berbeda dengan intermittent fasting yang menganjurkan adanya jendela waktu makan dan puasa. Periode panjang tanpa asupan makanan dapat mempengaruhi kadar gula darah.
Ketika kamu mengonsumsi lebih banyak gula daripada yang dibutuhkan oleh tubuh, kelebihan gula tersebut akan disimpan dalam sel lemak sebagai cadangan energi. Saat berpuasa, pasokan gula tentu akan berkurang, pada saat itu pula tubuhmu akan merespon dengan sangat pintar yaitu akan mengambil cadangan dari “tangki penyimpanan” berupa lemak yang siap diubah menjadi gula untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Bayangkan bila hal ini berlangsung dalam waktu sebulan, tentunya cadangan lemak yang berlebih akan berkurang bahkan bisa menjadi normal.
Orang yang Berpuasa (Pola Makan Intermittent):
- Gula Darah: Selama fase puasa, gula darah dapat menurun dari sekitar 80-100 mg/dL (normal) menjadi kisaran 70-80 mg/dL atau bahkan lebih rendah pada tahap-tahap awal puasa.
- Kadar Lemak Tubuh: Selama fase puasa, tubuh cenderung menggunakan cadangan lemak untuk energi. Ini bisa mengakibatkan penurunan persentase kadar lemak tubuh dalam beberapa hari pertama hingga minggu-minggu pertama puasa.
Orang yang Tidak Berpuasa:
- Gula Darah: Kadar gula darah dapat bervariasi tergantung pada pola makan dan aktivitas fisik. Misalnya, setelah makan makanan tinggi karbohidrat, gula darah dapat meningkat menjadi 140-180 mg/dL atau lebih tinggi dalam beberapa jam setelah makan.
- Kadar Lemak Tubuh: Orang yang tidak berpuasa cenderung mempertahankan kadar lemak tubuhnya berdasarkan asupan kalori harian dan tingkat metabolisme basal. Jika asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh, itu dapat menyebabkan peningkatan persentase lemak tubuh dari waktu ke waktu.
Kamu harus tetap memperhatikan sumber gula yang tepat untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Sumber gula yang tepat bisa kamu dapatkan dari makanan seperti: kurma, madu dan buah-buahan segar
Artikel ini ditulis oleh Puspasari Pasaribu | LIF Indonesia | Corporate Wellness







