Gula Garam dan Lemak Kunci Wujudkan Pola Makan Sehat!
2 Jul 2024
3 Min Read

Gula, Garam dan Lemak adalah bahan makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Karena ketiga bahan tersebut bisa meningkatkan cita rasa dari makanan yang kita konsumsi. Tapi tahukah kamu, jika kita cenderung mengkonsumsi mereka dalam jumlah yang berlebihan nantinya dapat meningkatkan risiko kita terkena Penyakit Tidak Menular (PTM).
Di Indonesia sendiri, PTM menjadi salah satu masalah kesehatan dan penyebab kematian. Hal ini perlu diperhatikan secara serius karena pada tahun 2016 angka kematian akibat PTM di Indonesia tercatat sebesar 73%. Disisi lain, Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 menunjukkan adanya peningkatan prevalensi penderita PTM khususnya diabetes mellitus yang naik dari 6,9% menjadi 10,9%, penderita jantung naik dari 0,5% menjadi 1,5% dan hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. Angka ini bukan angka yang kecil tentunya. Maka dari itu seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa keseimbangan pola makan termasuk konsumsi gula, garam dan lemak menjadi salah satu faktor risiko PTM apabila kita memiliki kecenderungan mengkonsumsi gula, garam dan lemak secara berlebihan dalam jangka waktu yang panjang.
Pahami Anjuran konsumsi GGL menurut Kemenkes:
1. Batas konsumsi gula tambahan maksimal 50 gram atau 4 sendok makan gula per orang per hari.
2. Batas konsumsi garam yaitu 2000 miligram natrium (setara dengan 1 sendok teh garam) per orang per hari.
3. Batas konsumsi lemak/minyak yaitu 67 gram atau 5 sendok makan minyak per orang per hari.
Setelah mengetahui batas anjuran konsumsi gula, garam dan lemak, berikut tips yang dapat kamu terapkan agar dapat mengikuti anjuran GGL dalam kehidupan sehari-hari:
1. Gula
- Jika suka minum yang manis, kamu cukup mengkonsumsinya 1 gelas (200 hingga 250 ml) sehari
- Cobalah untuk mengganti dessert atau camilan manis dengan buah (sumber gula alami)
- Hindari makanan atau minuman dengan pemanis buatan yang berlebihan (Apabila kamu membeli minuman kemasan, jangan lupa untuk memperhatikan label gizi yang tertera di kemasan, kandungan gula dianggap tinggi jika kandungan gula lebih dari 15-20 gram,).
2. Garam
- Bacalah label pada kemasan makanan dengan teliti dan seksama karena tidak jarang makanan kemasan yang biasa kita konsumsi mengandung tinggi natrium (garam). Contohnya jika kamu mengkonsumsi 2 bungkus mie instan, kamu sudah menghabiskan jatah natrium harianmu.
- Untuk meningkatkan rasa jangan biasakan menggunakan garam secara berlebihan, kamu bisa menggunakan bumbu tambahan alami seperti tomat, jahe, dan bawang.
- Gunakanlah garam yang beryodium
3. Lemak (Minyak)
- Pilihlah minyak sehat untuk menumis seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, namun tetap perhatikan porsi dan jumlah, meskipun lemak sehat penting, tetapi kamu perlu perhatikan porsi makanan yang mengandung lemak
- Utamakan memasak dengan cara berbagai metode lain seperti: merebus, mengukus, memanggang atau menumis (penggunaan minyak sedikit)
- Hindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan trans, sumber lemak ini biasanya terdapat pada makanan seperti fast food dan makanan olahan lainnya yang mengandung minyak nabati hidrogenasi.
Artikel ini ditulis oleh Puspasari Pasaribu | LIF Indonesia | Corporate Wellness







