Tetap Berenergi Di Kantor Selama Ramadhan
21 Mar 2023
0 Min Read


Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Muslim menahan diri dari makanan dan minuman selama kurang lebih 12-16 jam sehari. Meski demikian, umat Muslim tetap menjalankan pekerjaan seperti biasa.
Bekerja sambil berpuasa bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh kita para pekerja. Banyak tantangan yang harus kita hadapi mulai dari menurunnya tingkat energi hingga mengatur waktu dan konsentrasi dalam bekerja. Tiga tantangan terbanyak adalah:
1. Tantangan Mengatur Level Energi
Perlu beberapa strategi untuk mengatur tingkat energi fisik yang melibatkan tiga pilar penting yaitu nutrisi, aktivitas fisik, dan tidur selama Ramadhan. Bagi kita para pekerja yang menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan akan mengalami kekurangan tidur karena harus bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih malam untuk beribadah. Beberapa dari kita juga mungkin kurang mengkonsumsi makanan bergizi akibat mengutamakan menu sahur dan berbuka yang hanya lezat. Belum lagi soal aktivitas fisik atau olahraga yang biasanya bukan menjadi prioritas utama saat Ramadhan. Bila selama 30 hari pola ini terus menerus diterapkan, tentu akan berdampak pada kesehatan. Oleh karenanya kita perlu strategi untuk mengatur level energi kita.
2. Tantangan Mempertahankan Fokus
Kelelahan fisik membuat kita sulit untuk mempertahankan fokus yang dalam. Ketika otak lapar dan dehidrasi, otak tidak dapat berfungsi pada tingkat puncaknya. Sebagai salah satu organ yang mengkonsumsi energi terbesar dalam tubuh, fokus dan produktivitas otak akan terpengaruh ketika kita berpuasa.
3. Tantangan Manajemen Waktu
Selama Ramadhan, rutinitas seorang profesional akan terbalik. Kita berjuang dengan manajemen waktu agar tetap efektif meski harus bangun sebelum fajar dan tidur lebih larut untuk mengikuti kegiatan keagamaan. Tantangan terberat adalah menyeimbangkan komitmen kerja dan komitmen spiritual kita selama sebulan.
Beberapa strategi khusus yang bisa kita terapkan saat menjalani Ibadah Puasa Ramadhan sambil tetap bekerja adalah sebagai berikut:
Nutrisi
1. Isi piring kamu dengan buah-buahan
Beberapa buah-buahan seperti kurma, apel, jeruk, pear dapat membuat kita kenyang lebih lama tanpa harus menambah banyak kalori ke dalam makanan kita. Serat yang tinggi dan kandungan air yang banyak sangat efektif dikonsumsi selama Bulan Ramadhan.
2. Hidrasi dengan benar
Minum air dengan jadwal seperti yang dibahas pada artikel LIF di https://lif.id/blogs/read/Mengapa-Cairan-Itu-Penting. Jangan berlebihan dengan terlalu banyak minum sekaligus, hal ini dapat menyebabkan kamu keracunan air. Elektrolit di tubuh kamu dapat menjadi encer sehingga mengganggu keseimbangan cairan. Hindari minuman mengandung kafein karena dapat membuat tubuhmu makin dehidrasi.
3. Jangan terlalu tergiur oleh makanan berkalori tinggi
Makanan “deep-fried” memang terkesan menggiurkan, namun berbuka dengan makanan berkalori tinggi akibat rendaman minyak, justru membuat tubuh lebih lesu dan memicu kenaikan berat badan. Untuk membuat tubuh lebih berenergi , cobalah mengkonsumsi biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan lebih banyak dalam setiap makanan kamu.
4. Makan pelan-pelan
Setelah lapar lebih dari setengah hari, wajar jika kita makan dengan cepat dan sembarangan. Namun, makan terlalu cepat bisa menyebabkan gangguan lambung dan kenaikan berat badan. Saat berbuka puasa, makanlah dengan tenang dan perlahan, berikan waktu bagi pencernaan untuk bekerja dengan baik.
5. Hindari berbuka dengan minuman yang terlalu manis
Minuman manis kerap kali digunakan untuk membatalkan puasa. Meski sangat menyegarkan, minuman dengan kandungan tinggi gula hanya akan memberikan energi tanpa memasok nutrisi secara signifikan. Selain itu, minuman dengan kandungan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula dalam darah, dengan sifat gula yang dapat mengikis lapisan pembuluh darah dan merusak organ tubuh lain, tentunya pilihan ini kurang baik bagi tubuh.
Olahraga
Menurut penelitian tahun 2018, berolahraga saat puasa dapat memicu peningkatan hormon pertumbuhan (human growth hormone) yang dapat membantu menjaga massa otot agar tidak mengecil. Selain itu, rupanya berolahraga saat berpuasa dapat membantu pemulihan pasca berolah raga dengan lebih cepat.
1. Pilih waktu olahraga yang tepat
Untuk berolahraga saat puasa Ramadhan, disarankan untuk memilih waktu yang tepat. Sebaiknya, olahraga dilakukan pada saat setelah berbuka puasa atau sebelum sahur. Hal ini dapat membantu tubuh mendapatkan asupan makanan dan minuman yang cukup sebelum dan sesudah berolahraga.
Waktu lain yang dapat dipilih adalah menjelang berbuka. Menurut penelitian, kadar gula darah pada jam ini sedang tinggi-tingginya sehingga tidak terasa lelah bila kita berolahraga, sekaligus jam ini dekat dengan waktu berbuka sehingga kita dapat langsung mengganti cairan yang hilang.
2. Lakukan olahraga ringan
Selama puasa Ramadhan, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih olahraga yang ringan dan tidak terlalu melelahkan untuk tubuh. Beberapa contoh olahraga yang ringan dan cocok untuk dilakukan selama puasa Ramadhan antara lain berjalan kaki, bersepeda, atau yoga.
3. Perhatikan detak jantung
Rentang detak jantung yang dianjurkan untuk berolahraga saat berpuasa dapat bervariasi tergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan tingkat kebugaran individu. Namun, pada umumnya, untuk olahraga ringan hingga sedang pada saat berpuasa, rentang detak jantung yang dianjurkan adalah sekitar 50-70% dari detak jantung maksimum seseorang.
Tidur
1. Tetap menjaga jadwal tidur yang konsisten
Setelah melaksanakan Ibadah Shalat Tarawih, segerakan untuk tidur hingga waktu sahur tiba. Buat jadwal konsisten untuk jam tidur kamu.
2. Hindari makanan atau minuman yang dapat mengganggu tidur
Saat berpuasa, sangat penting untuk menghindari minuman atau makanan yang dapat membuat kamu susah tidur, seperti kopi, teh, minuman berenergi atau makanan pedas yang dapat menyebabkan mulas atau masalah pencernaan lainnya.
3. Hindari tidur sepanjang hari
Tidur sepanjang hari dapat membuat kamu merasa lesu dan kehilangan energi ketika bangun. Sebaiknya, cobalah untuk tetap aktif sepanjang hari dan tidur hanya di malam hari.
Yuk kita terapkan cara-cara di atas agar kita tetap berenergi selama bekerja di Bulan Ramadhan.







