lif logo
Sleep and Rest

Kenali Apa Itu Hormonal Insomnia

6 Feb 2025

0 Min Read

lif app banner desktop

Pernahkah kamu mengalami insomnia (sulit tidur) di malam hari? Jika sering mengalami insomnia nantinya akan berpengaruh dengan kualitas hidup dan rutinitas kamu sehari-hari. Ada beberapa penyebab dari insomnia, salah satunya adalah adanya gangguan hormon. Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan gangguan tidur, hal ini dapat berkaitan dengan beberapa faktor seperti siklus menstruasi, kehamilan, menopause, atau gangguan tiroid. Insomnia hormonal lebih berisiko pada wanita karena wanita mengalami fluktuasi hormon yang lebih signifikan dibandingkan pria. 


Beberapa gejala hormonal insomnia yang perlu kamu ketahui, diantaranya:

  1. Kesulitan tidur meskipun sudah berbaring di tempat tidur
  2. Terbangun di tengah malam dan sulit tidur kembali
  3. Kesulitan mempertahankan jadwal tidur yang teratur
  4. Kelelahan, mudah marah, atau kesulitan berkonsentrasi karena kurang tidur

Kira-kira bagaimana cara hormon kita mempengaruhi siklus dan kualitas tidur? Perhatikan penjelasan berikut


1. Melatonin

Melatonin sering disebut juga hormon tidur. Hormon ini memberi sinyal pada otak jika sudah waktunya untuk tidur. Hormon ini berperan dalam mempromosikan tidur dan mengatur ritme sirkadian, atau jam biologis tubuh. Ritme sirkadian ini berkaitan dengan respons terhadap kegelapan, hal itu yang menyebabkan jika sudah malam secara alami tubuh akan memasuki mode istirahat.

Produksi melatonin sendiri akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia, yang merupakan salah satu alasan mengapa orang yang lebih tua sering mengalami insomnia.


2. Kortisol

Kortisol adalah hormon utama yang dilepaskan selama respon stres. Stres yang kronis atau intens dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol di malam hari, yang dapat mengganggu tidur. Tingginya kadar kortisol di malam hari dapat membuat kamu sulit untuk tidur atau menyebabkan tidur yang tidak nyenyak.

Kortisol memiliki pola harian yang berlawanan dengan melatonin. Pada orang yang sehat dan normal, kadar kortisol mencapai puncaknya pada pagi hari (sekitar pukul 7-9 pagi) dan mencapai titik terendah pada malam hari (sekitar pukul 11 malam - 2 pagi). Ritme ini membantu kita bangun di pagi hari dan tidur di malam hari.


3. Estrogen dan progesteron

Hormon estrogen dan progesteron memainkan peran penting dalam siklus tidur, terutama bagi wanita. Kedua hormon ini tidak hanya mengatur fungsi reproduksi tetapi juga mempengaruhi pola tidur melalui berbagai mekanisme.

Estrogen memiliki efek menenangkan dan dapat meningkatkan kualitas tidur dengan memperpanjang durasi tidur REM (Rapid Eye Movement), yang merupakan fase tidur yang penting untuk pemulihan mental dan emosional. Wanita dengan kadar estrogen yang stabil cenderung memiliki tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.

Progesteron dapat menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh. Suhu tubuh yang lebih tinggi di malam hari dapat mengganggu tidur, karena tubuh biasanya menurunkan suhu inti untuk memfasilitasi tidur nyenyak. Meskipun peningkatan ini biasanya kecil, bagi beberapa wanita, perubahan suhu ini bisa cukup untuk mengganggu tidur.


Penanganan Gangguan Tidur Terkait Hormon

  1. Terapi Hormon: Untuk wanita yang mengalami gangguan tidur terkait menopause, terapi penggantian hormon ( Hormone Replacement Therapy ) dapat membantu menyeimbangkan kadar estrogen dan progesteron, sehingga memperbaiki kualitas tidur. Hal ini perlu dilakukan dalam pengawasan dokter.
  2. Konsumsi makanan sumber melatonin: Mengkonsumsi sumber alami melatonin dapat digunakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur. Sumber alami melatonin diantaranya: Buah ceri, pisang, kacang almond, kacang mete, ikan salmon serta ikan sarden.
  3. Gaya Hidup Sehat: Mengadopsi gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, dan mengelola stres dapat membantu memperbaiki tidur. Menghindari kafein terutama sebelum tidur juga sangat dianjurkan.
  4. Teknik Relaksasi: Menggunakan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau latihan pernapasan dapat membantu menurunkan stres dan mempersiapkan tubuh untuk tidur.
  5. Konsultasi dengan Dokter:
  6. Untuk mendapatkan treatment yang tepat, pastikan untuk melakukan konsultasi dengan dokter jika kamu mengalami gejala hormonal insomnia. 
WhatsApp
footer-banner

See Our Social Media

Stay in touch with your body and get Healthier

Get daily wellness tips, product updates, and health inspiration. Follow us on social media. See Our Social Media.

Get In Touch!

Have questions about our products or programs? Our team is ready to help.

Contact Us

For Corporates

Phone

08999 7474 77