Mengapa Kita Butuh Tidur ?

“ A good laugh and a long sleep are the two best cures for anything.”

Tidur bagaikan rantai emas yang menghubungkan antara kesehatan dan tubuh kita, setidaknya begitu kata para pakar kesehatan. Namun tahukah kamu bahwa setiap orang membutuhkan waktu tidur yang berbeda-beda tergantung dari usia, proses penuaan, penyakit yang diderita, tingkat stress, kehamilan, kualitas tidur, dan lain-lain ?

Menurut WHO, secara umum kebutuhan tidur tiap orang dapat digolongkan menurut usianya. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 7-9 jam tidur per hari, sedangkan remaja usia 14 – 17 tahun membutuhkan 8 – 10 jam per hari. Pada lansia, kebutuhan jam tidur hampir sama dengan remaja, namun lansia memiliki kecenderungan untuk tidur lebih singkat dan ringan.

Tidur dimulai ketika mata kita menutup. Hal ini terjadi karena secara fisiologis, bagian otak kita (pre optical cortex) mulai menutup rangsangan dari luar tubuh. Proses berlanjut hingga serangkaian pelepasan zat kimia dalam otak menuntun perlahan penurunan kesadaran hingga akhirnya kita benar-benar berada pada fase tidur pulas. 

Terdapat empat tahap tidur yang dilalui seseorang ketika tertidur.

Tahap pertama : NREM (Non Rapid Eye Movement) Sleep Stage 1

Tahapan ini merupakan periode transisi antara sadar penuh dan tertidur. Tahap ini berlangsung kurang lebih 5-10 menit.

Tahap ke-2  : NREM Sleep Stage 2

Tahapan ini dikenal dengan istilah tidur ringan / dangkal (light sleep). Pada tahap ini, otak mulai mengeluarkan gelombang tidur yang diiringi dengan menurunnya kontraksi otot-otot, menurunnya detak jantung dan suhu tubuh. Tahap ini berlangsung kurang lebih 20 menit. Pada tahap ini , seseorang masih sangat mudah untuk dibangunkan.

Tahap ke-3 : NREM Sleep Stage 3

Tahapan ini dikenal sebagai tahap tidur dalam (deep sleep). Pada tahap ini seseorang akan sulit untuk dibangunkan, dan bila terbangun, kamu mungkin akan merasakan disorientasi sesaat. Pada tahap ini, otot sepenuhnya mengalami relaksasi termasuk otot mata, sehingga tidak terdapat pergerakan mata. 

Tahap ke-4 : REM (Rapid Eye Movement)

Tahapan ini dikenal dengan tahapan mimpi. Pada tahap ini, otak menjadi sedikit lebih aktif dibanding tahapan lainnya, terjadi pergerakan mata ke segala arah yang diyakini sebagai tanda seseorang sedang mengalami mimpi. Tahapan ini terjadi sekitar 90 menit setelah seseorang tertidur. Lama tahapan ini bervariasi mulai dari 10 menit hingga 1 jam.

Tahapan dalam tidur tersebut berlangsung siklikal, artinya setelah selesai pada tahap ke-4 seseorang dapat kembali ke tahap pertama dan seterusnya hingga seseorang benar-benar terbangun.

Masing-masing fase tidur ternyata memiliki manfaat untuk tubuh kita. Pada tahap NREM Sleep (stage 1-3) tubuh kita membangun tulang dan otot, memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh yang rusak, serta memperkuat sistem imun kita. Sedang pada tahap REM Sleep tubuh memperbaiki kemampuan belajar , daya ingat, dan mood kita. Seseorang yang kekurangan tahap REM Sleep mendapat dampak yang kurang baik pada daya ingat dan kemampuan belajarnya.

Semakin bertambah usia, kamu akan mengalami penurunan tahapan NREM Sleep dalam tidurmu. Hal ini membuat lansia mengalami penurunan pada tahap tidur dalam (deep sleep) dibandingkan dengan usia dewasa muda.

Lalu kapankah seseorang dikatakan memiliki tidur yang berkualitas? 

Secara teori, ketika semua tahapan tersebut di atas dapat dilalui sesuai standar yang direkomendasikan, maka seseorang dikatakan sudah mendapat tidur yang berkualitas. Namun kadang sulit untuk mengukur secara kuantitatif tahapan tidur tanpa bantuan profesional dan alat-alat pendeteksi tahapan tidur. 

Secara umum, ada beberapa ciri yang dapat diamati ketika seseorang mengalami tidur yang berkualitas. Berikut adalah ciri-cirinya :

  • Ketika kamu dapat tertidur segera setelah berada di atas tempat tidur, yaitu dalam kurun waktu 30 menit atau kurang.
  • Ketika kamu dapat tidur semalam penuh dengan tidak terbangun lebih dari satu kali dalam satu malam.
  • Ketika kamu dapat memenuhi jumlah jam tidur yang direkomendasikan sesuai usiamu.
  • Jika kamu terbangun tengah malam, kamu dapat kembali tidur dalam waktu kurang dari 20 menit.
  • Saat bangun di pagi hari, kamu merasa segar, berenergi, dan kembali pulih.

Apa saja manfaat yang kita dapatkan ketika kita memiliki tidur yang berkualitas ? 

  • Mempertajam daya ingat
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Membuat keputusan-keputusan lebih baik
  • Mengurangi risiko-risiko penyakit kronis
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh (Imunitas)
  • Membantu mengurangi stress
  • Menjaga berat badan

Tidur yang kurang berkualitas ternyata mempengaruhi cara kerja tentara tubuh yang dikenal sebagai agen pro radang (sitokin). Secara normal, sitokin akan melawan benda asing seperti virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh dengan membuat suatu sistem radang. Kurang tidur ternyata dapat menurunkan fungsi sitokin dalam melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Nah berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu coba untuk mendapatkan tidur yang berkualitas :

  1. Buatlah jadwal tidur yang konsisten setiap harinya
  2. Jauhkan gadget saat akan tidur
  3. Berolah raga secara teratur
  4. Matikan lampu ketika tidur
  5. Baca buku sebelum tidur
  6. Mendengarkan musik yang rileks sebelum tidur

Jadi bagaimana dengan pola tidurmu? Sudah cukup berkualitas kah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>