Mengatasi Stres Pekerjaan Dengan Work Life Balance

“Pada satu dekade terakhir, konsep Work Life Balance mulai banyak diterapkan untuk karyawan di beberapa perusahaan. Artikel ini akan mengupas lebih dalam mengenai Work LIfe Balance bagi karyawan.”

Work Life Balance secara umum memiliki arti tercapainya sebuah kepuasan pada kehidupan profesional dan personal seseorang secara seimbang. Secara lebih detil, konsep ini juga diartikan dengan tidak terdapatnya konflik dalam menjalankan peran sebagai karyawan sekaligus peran dalam keluarga.

Konsep Work Life Balance kini makin banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia. Hal ini terkait dengan panjangnya waktu kerja karyawan yang menyebabkan konsekuensi negatif pada kehidupan keluarga, kesehatan fisik, dan kondisi mental karyawan. Hal tersebut dikatakan berdampak langsung pada performa kerja dan kemajuan perusahaan.

Istilah Work LIfe Balance pertama kali dicetuskan di Inggris pada tahun ‘80-an sebagai dasar “Women’s Liberation Movement” yang diperjuangkan untuk memperoleh jadwal kerja yang lebih fleksibel dan hak cuti melahirkan bagi para karyawan perempuan. Di Indonesia, sebuah survei tahun 2017 menyatakan bahwa sebagian karyawan perempuan sangat mengharapkan jadwal kerja yang lebih fleksibel, termasuk di antaranya pekerjaan yang dapat mereka kerjakan dari jauh sehingga mereka memiliki cukup waktu untuk mengerjakan pekerjaan terkait kehidupan pribadi mereka ( Mittal, 2017 ).

Sejauh ini, pemerintah Indonesia cukup berkomitmen dalam mengimplementasikan Work Life Balance di lingkungan kerja. Walaupun baru terbatas pada pengaturan cuti hamil dan melahirkan khusus karyawan wanita dan belum terdapat regulasi yang sama untuk karyawan pria yang juga harus menjalankan peran sebagai orang tua ketika istri mereka melahirkan. Namun pada intinya, upaya pemerintah untuk terus mengembangkan konsep Work Life Balance sudah cukup baik.

Dikumpulkan dari beberapa jurnal penelitian mengenai dampak implementasi Work Life Balance, ternyata terbukti :

  1. Meningkatkan kepuasan terhadap pekerjaan dan kehidupan pribadi
  2. Menurunkan kecemasan dan depresi
  3. Meningkatkan produktivitas kerja
  4. Meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan
  5. Efektif diterapkan pada lingkungan kerja yang menjunjung prinsip persamaan gender

Berikut adalah beberapa tips Work Life Balance yang bisa kamu terapkan :

  1. Mengikuti “Corporate Wellness Program”.

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Departemen Kesehatan RI tahun 2018 menemukan bahwa angka obesitas di antara usia kerja meningkat 4.4% dibandingkan data obesitas tahun 2013. Selaras dengan hal ini, banyak perusahaan yang mulai menerapkan program wellness untuk mengajak karyawannya agar tetap aktif bergerak . Program semacam ini dapat membantu kamu memperoleh keseimbangan waktu untuk memelihara kesehatan fisik dan mencegah obesitas akibat terlalu banyak duduk saat bekerja.

  1. Track your time

Petakanlah alokasi waktumu dalam seminggu. Bila perlu, gunakan aplikasi agar lebih presisi dalam memetakan alokasi waktumu. Dari situ dapat kamu susun ulang agar lebih seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

  1. Buat prioritas

Rileks dan renungkan sejenak prioritas yang ingin kamu buat baik pada pekerjaan maupun pada kehidupan personal. Tinjau ulang, mana yang harus tetap dilakukan, dikurangi waktunya, atau stop untuk dilakukan. 

  1. Buat batasan yang jelas

Buat batasan antara pekerjaan dan urusan pribadi. Komunikasikan batasan ini dengan atasan, rekan kerja, dan keluarga. Misal buat batasan bahwa pada hari tertentu kamu akan melakukan ibadah bersama keluarga, sehingga pada hari tersebut kamu tidak bisa pulang larut, atau bisa juga sekedar memisahkan antara nomor whatsapp keluarga dan orang lain, sehingga keluarga akan paham ketika kamu menjadi “slow response” saat jam kerja.

  1. Make your “me time”.

Pastikan kamu dapat meluangkan waktu untuk merawat dirimu sendiri. Baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Memiliki cukup waktu untuk merawat diri sendiri akan memberi dampak yang positif pada segala sendi kehidupanmu.

  1. Tahu kapan saat yang tepat untuk meminta pertolongan orang lain

Bila kamu mengalami kepayahan dalam mengerjakan tugas, pastikan untuk mendiskusikannya dengan teman kerja atau atasan. Berhentilah menjadi superwoman / superman, karena stres dapat muncul dengan cepat akibat overload.

Work Life Balance didesain untuk membuat kehidupan kita lebih seimbang baik secara fisik, mental, dan spiritual dalam kehidupan profesional dan personal. Pastikan kamu tetap aktif bergerak, kelola stress dengan baik, cukup tidur, dan membagi waktu dengan cermat untuk mendapat keseimbangan tersebut.

Sering Lelah Saat WFH ? Mungkin Kamu Perlu “Break Time”.

“Never get so busy making a living that you forget to make a life.” – Dolly Parton

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, banyak dari kita yang beralih untuk WFH (Work From Home) atau bekerja dari rumah. Tanpa kita sadari, interaksi kita dengan layar komputer dan gawai lain semakin meningkat. Menurut lembaga riset mobile app “Annie” tahun 2020, terdapat peningkatan waktu penggunaan aplikasi non-game sebesar 25% di antara warga Indonesia dibandingkan dengan periode sebelum pandemi COVID-19.

Bagaimana sebenarnya aturan yang sehat bagi mata kita untuk menatap dan bekerja dengan layar komputer dan gawai?

Menurut Health and Safety (Display Screen Equipment) Regulations 1992, pekerja yang menggunakan layar komputer dalam pekerjaan sehari-harinya, sangat disarankan untuk melakukan “break time” atau istirahat singkat dari layar komputer setidaknya 5 menit dalam setiap jam atau dapat juga menerapkan prinsip 20-20-20, yaitu setiap 20 menit memandang ke lokasi lain sejauh 20 feet (6 meter) selama 20 detik. Regulasi tersebut juga menyebutkan bahwa istirahat singkat dan sering akan lebih baik daripada istirahat yang panjang pada periode kerja yang lama, dicontohkan bahwa mengistirahatkan mata tiap 5 menit setiap 1 jam lebih baik daripada 20 menit setiap 3 jam. 

Selain mata, postur tubuh juga perlu untuk sering diubah. Health and Safety Environment Guideline menyarankan untuk melakukan stretching (peregangan) atau sekedar berjalan menjauhi meja kerja setiap beberapa jam sekali. Hal ini untuk mencegah terjadinya sakit dan nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu, mencegah kelelahan, dan menambah energi untuk bekerja kembali.

Beberapa gejala yang disebabkan kurangnya istirahat singkat dalam menatap layar komputer adalah sebagai berikut :

  1. Mata pedih
  2. Mata terasa tidak nyaman
  3. Gelap sesaat
  4. Sakit kepala

Sebuah penelitian tahun 2014 menemukan sembilan keuntungan dari melakukan istirahat singkat secara reguler di saat jam kerja sebagai berikut:

  1. Istirahat singkat mampu meningkatkan kreativitas dan gairah bekerja (passion).

Banyak studi membuktikan bahwa pekerja yang melakukan meditasi atau ibadah di sela-sela jam kerja dapat meningkatkan kreativitas baik di dalam dan luar lingkungan kantor. Hal ini tentu menunjang kemajuan dan pertumbuhan perusahaan.

  1. Istirahat singkat dapat me-reset daya konsentrasi dan atensi yang mulai turun.

Rata-rata waktu seseorang dalam menaruh atensi dan konsentrasi penuh adalah sekitar 15-40 menit. Tak heran kita sering merasa kendor konsentrasi dan bahkan kosong jika terlalu lama berfokus pada satu pekerjaan yang sama. Berjalan-jalan keliling area taman kantor atau taman rumah dalam waktu singkat, dapat me-reset daya konsentrasi dan atensi kamu kembali.

  1. Istirahat singkat dapat membantu menurunkan Index Masa Tubuh.

Menurut CDC (Center for Disease Control) berdiri dan bergerak bahkan hanya untuk 5 menit setiap jamnya dapat membantu menurunkan Index Masa Tubuh dan menjaga lingkar perut tetap kecil.

  1. Tidur siang singkat mampu memperbaiki memori dan kemampuan belajar otak.

Studi menunjukkan bahwa tidur siang singkat , sekitar 10 menit, dapat membuat seseorang lebih awas (alert). Tidur siang sekitar 25-30 menit bahkan dapat memperbaiki memori dan meningkatkan kemampuan belajar seseorang.

  1. Istirahat makan siang sangat esensial untuk fungsi otak.

Tidak hanya menghilangkan rasa lapar, makan siang juga dapat meningkatkan produktivitas seseorang. Apalagi ketika kita memilih makan siang yang sehat, hal ini dikatakan dapat membuat sisa setengah hari kita menjadi lebih mudah untuk tubuh dan otak kita.

  1. Istirahat singkat dapat menekan angka kecelakaan kerja.

Kelelahan dan kepayahan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karenanya istirahat singkat sangat dianjurkan untuk upaya menekan angka kecelakaan kerja.

  1. Istirahat rutin dapat membantu seseorang untuk tepat jadwal.

Dr. James Levine, peneliti di Mayo Clinic Amerika Serikat, mengatakan bahwa “Break routine” (kebiasaan beristirahat dengan waktu yang sama setiap harinya) sangat krusial bagi efektivitas dan produktivitas kerja, hal ini karena proses berpikir kita tidak didesain untuk berpikir terus menerus tanpa henti. Proses berpikir kita membutuhkan waktu sebanyak mungkin untuk di-reset agar dapat berfungsi dengan efektif. Dengan proses ini, seseorang dapat lebih “On schedule”.

  1. Istirahat singkat melindungi mata dari kelelahan.

Gunakan cara yang sudah disebutkan di atas untuk mengistirahatkan mata kamu dari layar komputer dan gawai.

  1. Istirahat singkat dapat menurunkan tingkat stress.

Istirahat singkat adalah cara paling baik untuk mencegah terjadinya “burnout” atau sebuah kondisi kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh kehidupan profesional seseorang. 

Jadi selalu ingat, bahwa otak kita tidak didesain untuk berpikir dan berkonsentrasi terus menerus, semakin banyak istirahat singkat di sela-sela kerja akan semakin meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja kita, terlebih lagi untuk mencegah terjadinya kelelahan mental yang justru dapat membawa dampak negatif bagi perusahaan tempat kamu bekerja. Tetap bergerak aktif di sela-sela kerja seperti stretching, berjalan di taman, atau sekedar jalan kaki mencari makan siang akan sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Cara Mengukur Kebahagiaan Di Kantor

Mengukur kebahagiaan karyawan adalah ide yang bagus. Langkah pertama jika kamu dapat mengukur kebahagiaan karyawan dengan benar, itu dapat memandu kamu untuk meningkatkan kualitas perusahaan dengan mengidentifikasi kekuatan dan masalah yang ada didalam organisasi.

Selain itu, biasanya Sebagian besar dari pemimpin bisnis akan sangat berorientasi pada hasil yang didorong oleh data, dan akan merasa sulit jika harus menilai hal-hal yang tidak dapat dinilai dengan angka. Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk dapat mengukur kebahagiaan di kantor?

Berikut ini adalah semua cara potensial yang dapat kamu lakukan untuk mengukur kebahagiaan karyawan.

  1. Mengukur Mood Karyawan

Jika kamu ingin tahu seberapa bahagianya karyawamu, kamu dapat menanyakan kepada mereka. Atau melalui cara tradisional seperti menjalankan survey kepuasaan tahunan. Dengan begitu kamu dapat mengukur hal-hal seperti:

  • Kebahagiaan
  • Kepuasan
  • Keterikatan
  • Kesejahteraan
  • Psikologis

2. Metrik Karyawan Lainnya

Dua metrik terkait karyawan adalah:

  • Absenteeism
  • Turnover karyawan

Dua metrik diatas memiliki dampak dan korelasi langsung dengan kebahagiaan karwayan

3. Perekrutan

Perusahaan yang bahagia akan lebih banyak menarik karyawan baru yang lebih baik. Itu juga berarti kamu dapat mengukur kebahagiaan dari sana. Seperti:

  • Aplikasi pekerjaan yang diterima setelah membuka lowongan
  • Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi
  • Tingkat penerimaan penawaran kerja
  • Tingkat perekrutan yang berhasil (berapa banyak karyawan yang bertahan setidaknya beberapa bulan)

Ini akan sangat relevan di perusahaan yang berkembang pesat atau di industri di mana terdapat persaingan yang kuat untuk mendapatkan talenta terbaik.

4. Customer Metrics

Kita tahu bahwa karyawan yang bahagia akan membuat pelanggan senang. Beberapa metrik potensial yang dapat kamu ukur adalah:

  • Kebahagiaan dan kepuasan pelanggan
  • Loyalitas pelanggan
  • Presepsi Merek

5. Performa Karyawan

bahwa karyawan yang bahagia melakukan pekerjaan dengan lebih baik, jadi mengukur kebahagiaan juga bisa berarti melacak metrik seperti:

  • Produktifitas
  • Kualitas / kesalahan
  • Keselamatan / kecelakaan kerja
  • Tingkat keberhasilan proyek inovasi / perubahan

6. Perilaku Negatif

Mengingat bahwa karyawan yang bahagia cenderung tidak terlibat dalam perilaku buruk di tempat kerja, kami juga dapat melacak metrik seperti:

  • Keluhan SDM
  • Penipuan / pencurian

7. Pengukuran Psikologis

Area ini sedikit lebih spekulatif tetapi beberapa orang menyarankan untuk mengukur hal-hal seperti:

  • Kortisol dalam sampel air liur
  • Tekanan darah
  • Waktu dan kualitas tidur

Mengukur kebahagiaan karyawan dapat membantu upaya untuk meningkatkan perusahaan dan memperkuat fokus dan komitmen kepemimpinan.

Meskipun survei kepuasan secara tradisional memiliki daftar panjang masalah, ada banyak metrik lain yang dapat kita lihat. Tidak ada tempat kerja yang mengukur semua metrik ini. tergantung pada industri, situasi dan jenis karyawan, hanya sebagian kecil dari ini yang akan relevan. Tergantung setiap perusahaan untuk menentukan mana yang paling relevan dan menemukan cara yang baik untuk melacak dan menindaklanjuti metrik ini.

Tips Agar Karyawan Tetap Produktif Selama Bulan Ramadan

Setiap tahunnya, bulan Ramadan akan berlangsung biasanya selama 30 hari. Banyak pekerja akan berpuasa sekitar 13 jam dengan tidak makan dan tidak minum. Dan ini akan berlangsung 30 hari lamanya.

Sebagai seorang HR, Manager bahkan sampai tingkat atas dalam sebuah perusahaan, kita perlu menyadari kebutuhan pribadi dan sensitivitas agama dari karyawan yang Bergama Muslim selama periode ini. Memahami pengalaman dan mengakomodasi kebutuhan khusus karyawan, menunjukan manajemen yang baik dan memastikan karyawan mereka bekerja dengan kemampuan terbaik. Hal ini dapat menumbuhkan sikap saling percaya yang pada akhirnya mengarah kepada retensi karyawan yang lebih tinggi, moral yang lebih baik, dan tim yang lebih efektif, serta meningkatkan produktivitas.

Ada beberapa pedoman praktik terbaik yang dapat dipatuhi oleh para profesional HR dan orang lain ketika ingin membahas Ramadhan di tempat kerja.

  1. Ketahui kapan Ramadan tiba, dan siapa yang dapat mempengaruhi pekerjaan. Seorang HR harus mengetahui siapa diantara karyawan yang akan menjalankan puasa atau tidak.
  2. Pastikan semua karyawan yang bekerja dengan kolega Muslim mengetahui apa yang dimaksud dengan puasa dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada seseorang. Puasa 17 jam sehari tidaklah mudah dan karyawan perlu menghargai bagaimana hal ini dapat diterapkan ke dalam perilaku dan praktik kerja.
  3. Jika berkerja secara shift, kita bisa untuk menawarkan mereka yang berpuasa kesempatan untuk bertukar shift atau mengubah jam kerja mereka dengan cara yang sesuai untuk semua pihak.
  4. Pertimbangkan opsi waktu fleksibel untuk waktu kerja. Mengingat keadaan saat ini, dengan banyaknya karyawan yang bekerja dari rumah, seharusnya lebih mudah bagi pemberi kerja untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi karyawan Muslim yang berpuasa.
  5. Memberi kelonggaran khusus bagi umat Islam untuk istirahat saat matahari terbenam untuk berbuka puasa. Jika mereka adalah pekerja garis depan dan masih dalam shift, Ini membutuhkan waktu yang cukup untuk berbuka puasa, berdoa dan kemudian makan dengan benar.
  6. Hindari rapat pada sore hari. Jika memerlukan konsentrasi tinggi dari karyawan yang sedang berpuasa, jangan mengadakan rapat setelah jam makan siang.Lebih baik gunakan waktu dipagi hari saat karyawan masih relatif segar.
  7. Bersiaplah untuk karyawan yang akan mengambil cuti antara 1-5 hari libur di akhir Ramadan untuk merayakan Idul Fitri. Ini memiliki emosional yang setara dengan Natal dan merupakan satu kali dalam setahun seluruh keluarga dan lingkungan biasanya berkumpul untuk berbagi hadiah dan makanan enak, namun mungkin ini akan menjadi perayaan yang sangat berbeda karena pandemi.
  8. Untuk karyawan yang berpuasa yang bekerja dari jarak jauh, cari tahu perbedaan waktu dan bagaimana rutinitas harian mereka akan memengaruhi dalam hal rapat, tenggat waktu, dll.




Tips agar tetap sehat selama liburan di masa pandemi

Liburan memang selalu dinanti-nantikan oleh semua orang. Kita semua mengerti bahwa selama pandemi, bosan menjadi teman sehari-hari sehingga akan banyak orang yang berlibur untuk melepas hiruk pikuk kebosanan. Namun, ditengah pandemi seperti ini, menjaga kesehatan menjadi sangat penting. Jangan sampai malah jadi sakit atau bahkan tertular covid-19.

Ada beberapa tips dari LIF untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit atau tertular virus ketika sedang menikmati liburan. Terkadang saking asiknya berlibur kemudian lupa menerapkan pola hidup sehat.

Ikuti beberapa tips ini untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit:

1. Perhatikan Pola Makan

Ketika sedang berlibur tentu aktivitas biasanya akan padat. Jadi sampai saking menikmati perjalanan atau kegiatan selama liburan bikin kamu lupa makan. Jangan lupa sarapan dan konsumsi makanan sehat serta hindari junk food. Bila perlu, konsumsi vitamin agar kamu bisa tetap fit.

2. Pastikan Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi

Selama liburan, biasanya kita akan menjelajah berbagai tempat. Selama perjalanan pastikan kamu tidak kurang air atau terdehidrasi. Minum air putih 8 gelas sehari. Kami juga menyarankan untuk membawa botol minuman sendiri agar lebih aman.

3. Istirahat Yang Cukup

Liburan sudah pasti menguras tenaga. Apabila tubuh sudah terasa lelah, sebaiknya jangan dipaksakan. Gunakan waktu di perjalanan untuk istirahat sebentar. Selain itu jangan begadang dan usahakan tidur 6-8 jam sehari.

4. Sempatkan Olahraga

Meskipun liburan jarang dilakukan dan bertujuan untuk bersenang-senang, jangan lupa sempatkan untuk olahraga. Lawan rasa malas kamu untuk olahraga 20-30 menit di pagi atau sore hari agar tubuh kamu tetap bugar dan tidak mudah sakit.

5. Selalu Perhatikan Protokol Kesehatan

Yang paling penting selama aktivitas berlibur adalah selalu memperhatikan protokol kesehatan. Apabila hendak ingin ketempat umum, selalu gunakan masker dan selalu ganti setiap hari. Sebaiknya hindari juga tempat-tempat yang ramai. Tak lupa untuk bawa handsanitizer setiap saat.

Kunjungi artikel kami yang lainnya untuk dapatkan tips hidup sehat dan aktif.

LIF Indonesia. 2020.

Cara update device firmware LIF

Untuk meningkatkan kinerja tracker dan aplikasi LIF, segera update firmware tracker kamu melalui aplikasi LIF dengan cara berikut ini:

Hal yang harus diperhatikan sebelum update firmware:

  1. Pastikan Handphone dan Tracker kamu berada dalam keadaan tidak lowbat, disarankan untuk dicharge terlebih dahulu
  2. Sync terlebih dahulu dan clear bluetooth cache sebelum update untuk hasil yang lebih pasti
  3. Jangan tutup aplikasi LIF atau mematikan bluetooh selama proses update
  4. Selama proses update, mohon pastikan anda memiliki internet yang stabil
  5. Jika gagal, tunggu 30 menit sampai tracker anda kembali normal, lalu silahkan diulang kembali

Untuk sementara new firmware baru ada khusus pengguna android.