Sering Lelah Saat WFH ? Mungkin Kamu Perlu “Break Time”.

“Never get so busy making a living that you forget to make a life.” – Dolly Parton

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, banyak dari kita yang beralih untuk WFH (Work From Home) atau bekerja dari rumah. Tanpa kita sadari, interaksi kita dengan layar komputer dan gawai lain semakin meningkat. Menurut lembaga riset mobile app “Annie” tahun 2020, terdapat peningkatan waktu penggunaan aplikasi non-game sebesar 25% di antara warga Indonesia dibandingkan dengan periode sebelum pandemi COVID-19.

Bagaimana sebenarnya aturan yang sehat bagi mata kita untuk menatap dan bekerja dengan layar komputer dan gawai?

Menurut Health and Safety (Display Screen Equipment) Regulations 1992, pekerja yang menggunakan layar komputer dalam pekerjaan sehari-harinya, sangat disarankan untuk melakukan “break time” atau istirahat singkat dari layar komputer setidaknya 5 menit dalam setiap jam atau dapat juga menerapkan prinsip 20-20-20, yaitu setiap 20 menit memandang ke lokasi lain sejauh 20 feet (6 meter) selama 20 detik. Regulasi tersebut juga menyebutkan bahwa istirahat singkat dan sering akan lebih baik daripada istirahat yang panjang pada periode kerja yang lama, dicontohkan bahwa mengistirahatkan mata tiap 5 menit setiap 1 jam lebih baik daripada 20 menit setiap 3 jam. 

Selain mata, postur tubuh juga perlu untuk sering diubah. Health and Safety Environment Guideline menyarankan untuk melakukan stretching (peregangan) atau sekedar berjalan menjauhi meja kerja setiap beberapa jam sekali. Hal ini untuk mencegah terjadinya sakit dan nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu, mencegah kelelahan, dan menambah energi untuk bekerja kembali.

Beberapa gejala yang disebabkan kurangnya istirahat singkat dalam menatap layar komputer adalah sebagai berikut :

  1. Mata pedih
  2. Mata terasa tidak nyaman
  3. Gelap sesaat
  4. Sakit kepala

Sebuah penelitian tahun 2014 menemukan sembilan keuntungan dari melakukan istirahat singkat secara reguler di saat jam kerja sebagai berikut:

  1. Istirahat singkat mampu meningkatkan kreativitas dan gairah bekerja (passion).

Banyak studi membuktikan bahwa pekerja yang melakukan meditasi atau ibadah di sela-sela jam kerja dapat meningkatkan kreativitas baik di dalam dan luar lingkungan kantor. Hal ini tentu menunjang kemajuan dan pertumbuhan perusahaan.

  1. Istirahat singkat dapat me-reset daya konsentrasi dan atensi yang mulai turun.

Rata-rata waktu seseorang dalam menaruh atensi dan konsentrasi penuh adalah sekitar 15-40 menit. Tak heran kita sering merasa kendor konsentrasi dan bahkan kosong jika terlalu lama berfokus pada satu pekerjaan yang sama. Berjalan-jalan keliling area taman kantor atau taman rumah dalam waktu singkat, dapat me-reset daya konsentrasi dan atensi kamu kembali.

  1. Istirahat singkat dapat membantu menurunkan Index Masa Tubuh.

Menurut CDC (Center for Disease Control) berdiri dan bergerak bahkan hanya untuk 5 menit setiap jamnya dapat membantu menurunkan Index Masa Tubuh dan menjaga lingkar perut tetap kecil.

  1. Tidur siang singkat mampu memperbaiki memori dan kemampuan belajar otak.

Studi menunjukkan bahwa tidur siang singkat , sekitar 10 menit, dapat membuat seseorang lebih awas (alert). Tidur siang sekitar 25-30 menit bahkan dapat memperbaiki memori dan meningkatkan kemampuan belajar seseorang.

  1. Istirahat makan siang sangat esensial untuk fungsi otak.

Tidak hanya menghilangkan rasa lapar, makan siang juga dapat meningkatkan produktivitas seseorang. Apalagi ketika kita memilih makan siang yang sehat, hal ini dikatakan dapat membuat sisa setengah hari kita menjadi lebih mudah untuk tubuh dan otak kita.

  1. Istirahat singkat dapat menekan angka kecelakaan kerja.

Kelelahan dan kepayahan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karenanya istirahat singkat sangat dianjurkan untuk upaya menekan angka kecelakaan kerja.

  1. Istirahat rutin dapat membantu seseorang untuk tepat jadwal.

Dr. James Levine, peneliti di Mayo Clinic Amerika Serikat, mengatakan bahwa “Break routine” (kebiasaan beristirahat dengan waktu yang sama setiap harinya) sangat krusial bagi efektivitas dan produktivitas kerja, hal ini karena proses berpikir kita tidak didesain untuk berpikir terus menerus tanpa henti. Proses berpikir kita membutuhkan waktu sebanyak mungkin untuk di-reset agar dapat berfungsi dengan efektif. Dengan proses ini, seseorang dapat lebih “On schedule”.

  1. Istirahat singkat melindungi mata dari kelelahan.

Gunakan cara yang sudah disebutkan di atas untuk mengistirahatkan mata kamu dari layar komputer dan gawai.

  1. Istirahat singkat dapat menurunkan tingkat stress.

Istirahat singkat adalah cara paling baik untuk mencegah terjadinya “burnout” atau sebuah kondisi kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh kehidupan profesional seseorang. 

Jadi selalu ingat, bahwa otak kita tidak didesain untuk berpikir dan berkonsentrasi terus menerus, semakin banyak istirahat singkat di sela-sela kerja akan semakin meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja kita, terlebih lagi untuk mencegah terjadinya kelelahan mental yang justru dapat membawa dampak negatif bagi perusahaan tempat kamu bekerja. Tetap bergerak aktif di sela-sela kerja seperti stretching, berjalan di taman, atau sekedar jalan kaki mencari makan siang akan sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>