Basic Knowledge Of Stress

“Ketika harapan dan mimpi tidak sesuai dengan kenyataan, di situlah stres dimulai. Yuk kita nilai diri kita tergolong sedang stres atau tidak ya?”

Stres adalah bagian yang wajar dalam hidup kita. Banyak peristiwa yang terjadi pada diri kita atau di sekitar kita yang membuat kita stres. Namun tidak semua stres berdampak buruk. Stres yang baik dapat mendorong kita untuk lebih fokus ke tujuan kita.

Menurut update terakhir dari Mental Health Foundation United Kingdom, stres adalah perasaan kewalahan dan ketidakmampuan dalam mengatasi tekanan mental dan emosi yang menerpa diri seseorang.

Hal tersebut seringkali dialami oleh seseorang ketika mendapati kenyataan tidak sesuai dengan harapan yang ia inginkan.

Hal apa saja yang dapat memicu stres ?

Banyak hal dapat memicu stres pada diri seseorang, kehilangan, perceraian atau perpisahan, masalah keuangan yang buruk, masalah dalam pekerjaan adalah sederet contoh negatif yang dapat memicu stres pada diri seseorang.

Orang yang mengalami stres terkait dengan pekerjaan , rata-rata kehilangan 24 hari kerja per tahun akibat mengalami sakit.

Namun demikian, tak hanya masalah negatif yang dapat memicu stres, beberapa alasan positif terbukti dapat juga memicu stres. Lingkungan yang baru , liburan bersama keluarga, pindah ke rumah yang lebih besar, bahkan kenaikan jabatan pun dapat  memicu stres pada orang-orang tertentu.

Tanda jika seseorang mengalami stres sangat personal dan dapat berbeda-beda pada tiap orang, namun umumnya, jika kamu mengalami stres, kamu dapat memiliki gejala sebagai berkut :

  • Cemas
  • Takut
  • Marah dan agresif
  • Sedih
  • Irritable (Baper)
  • Frustasi
  • Depresi

Gejala tersebut kadang-kadang diikuti beberapa keluhan fisik , seperti :

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Gangguan pencernaan
  • Pernafasan cepat dan pendek (Hiperventilasi)
  • Berkeringat berlebihan
  • Berdebar-debar
  • Sakit perut, atau nyeri di bagian tubuh lain 

Selain keluhan perasaan dan fisik, stres juga mempengaruhi tingkah laku, seperti :

  • Menarik diri dari lingkungan
  • Membentak orang di sekitar anda
  • Cenderung bimbang dan tidak fleksibel
  • Gangguan tidur (sulit memulai atau sulit mempertahankan tidur dalam waktu yang cukup)
  • Mudah menangis 
  • Mengalami gangguan seksual
  • Cenderung untuk merokok dan minum alkohol lebih dari biasanya

Pada penelitian tahun 2015 yang dilakukan di kota-kota besar di Indonesia oleh sekelompok peneliti asal Australia menunjukkan tingkat depresi akibat stres pada wanita Indonesia lebih banyak dialami oleh kelompok sosioekonomi rendah. Depresi dialami oleh wanita usia muda hingga usia pertengahan. Kemiskinan dan kebiasaan merokok terbukti sangat berkontribusi terhadap kejadian depresi pada wanita Indonesia. Sebaliknya, tingkat edukasi memberi kontribusi dalam menekan angka depresi pada wanita Indonesia. Depresi yang dialami oleh wanita Indonesia dapat berakar dari permasalahan yang tidak berhubungan dengan masalah kesehatan.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa permasalahan yang paling berkaitan dengan kejadian depresi pada wanita urban di Indonesia adalah masalah pengeluaran rumah tangga pada kelompok sosioekonomi rendah, oleh karenanya sangat penting untuk memberi pelayanan kesehatan mental di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Indonesia.

Nah, kini kamu dapat menilai apakah saat ini kamu sedang mengalami gejala stres atau mungkin teman sekantor kamu ada yang mengalami gejala serupa? Berikut ini juga ada beberapa cara sederhana untuk menghilangkan stres yang bisa kamu coba sebagai sedikit pertolongan terhadap stres yang kamu alami.

Jika kamu terus menerus mengalami stres berlebih, segera hubungi tenaga profesional seperti dokter spesialis kejiwaan (psikiatri) atau psikolog untuk membantu mengatasi gejala tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>