Mengatasi Stres Pekerjaan Dengan Work Life Balance

“Pada satu dekade terakhir, konsep Work Life Balance mulai banyak diterapkan untuk karyawan di beberapa perusahaan. Artikel ini akan mengupas lebih dalam mengenai Work LIfe Balance bagi karyawan.”

Work Life Balance secara umum memiliki arti tercapainya sebuah kepuasan pada kehidupan profesional dan personal seseorang secara seimbang. Secara lebih detil, konsep ini juga diartikan dengan tidak terdapatnya konflik dalam menjalankan peran sebagai karyawan sekaligus peran dalam keluarga.

Konsep Work Life Balance kini makin banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia. Hal ini terkait dengan panjangnya waktu kerja karyawan yang menyebabkan konsekuensi negatif pada kehidupan keluarga, kesehatan fisik, dan kondisi mental karyawan. Hal tersebut dikatakan berdampak langsung pada performa kerja dan kemajuan perusahaan.

Istilah Work LIfe Balance pertama kali dicetuskan di Inggris pada tahun ‘80-an sebagai dasar “Women’s Liberation Movement” yang diperjuangkan untuk memperoleh jadwal kerja yang lebih fleksibel dan hak cuti melahirkan bagi para karyawan perempuan. Di Indonesia, sebuah survei tahun 2017 menyatakan bahwa sebagian karyawan perempuan sangat mengharapkan jadwal kerja yang lebih fleksibel, termasuk di antaranya pekerjaan yang dapat mereka kerjakan dari jauh sehingga mereka memiliki cukup waktu untuk mengerjakan pekerjaan terkait kehidupan pribadi mereka ( Mittal, 2017 ).

Sejauh ini, pemerintah Indonesia cukup berkomitmen dalam mengimplementasikan Work Life Balance di lingkungan kerja. Walaupun baru terbatas pada pengaturan cuti hamil dan melahirkan khusus karyawan wanita dan belum terdapat regulasi yang sama untuk karyawan pria yang juga harus menjalankan peran sebagai orang tua ketika istri mereka melahirkan. Namun pada intinya, upaya pemerintah untuk terus mengembangkan konsep Work Life Balance sudah cukup baik.

Dikumpulkan dari beberapa jurnal penelitian mengenai dampak implementasi Work Life Balance, ternyata terbukti :

  1. Meningkatkan kepuasan terhadap pekerjaan dan kehidupan pribadi
  2. Menurunkan kecemasan dan depresi
  3. Meningkatkan produktivitas kerja
  4. Meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan
  5. Efektif diterapkan pada lingkungan kerja yang menjunjung prinsip persamaan gender

Berikut adalah beberapa tips Work Life Balance yang bisa kamu terapkan :

  1. Mengikuti “Corporate Wellness Program”.

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Departemen Kesehatan RI tahun 2018 menemukan bahwa angka obesitas di antara usia kerja meningkat 4.4% dibandingkan data obesitas tahun 2013. Selaras dengan hal ini, banyak perusahaan yang mulai menerapkan program wellness untuk mengajak karyawannya agar tetap aktif bergerak . Program semacam ini dapat membantu kamu memperoleh keseimbangan waktu untuk memelihara kesehatan fisik dan mencegah obesitas akibat terlalu banyak duduk saat bekerja.

  1. Track your time

Petakanlah alokasi waktumu dalam seminggu. Bila perlu, gunakan aplikasi agar lebih presisi dalam memetakan alokasi waktumu. Dari situ dapat kamu susun ulang agar lebih seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

  1. Buat prioritas

Rileks dan renungkan sejenak prioritas yang ingin kamu buat baik pada pekerjaan maupun pada kehidupan personal. Tinjau ulang, mana yang harus tetap dilakukan, dikurangi waktunya, atau stop untuk dilakukan. 

  1. Buat batasan yang jelas

Buat batasan antara pekerjaan dan urusan pribadi. Komunikasikan batasan ini dengan atasan, rekan kerja, dan keluarga. Misal buat batasan bahwa pada hari tertentu kamu akan melakukan ibadah bersama keluarga, sehingga pada hari tersebut kamu tidak bisa pulang larut, atau bisa juga sekedar memisahkan antara nomor whatsapp keluarga dan orang lain, sehingga keluarga akan paham ketika kamu menjadi “slow response” saat jam kerja.

  1. Make your “me time”.

Pastikan kamu dapat meluangkan waktu untuk merawat dirimu sendiri. Baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Memiliki cukup waktu untuk merawat diri sendiri akan memberi dampak yang positif pada segala sendi kehidupanmu.

  1. Tahu kapan saat yang tepat untuk meminta pertolongan orang lain

Bila kamu mengalami kepayahan dalam mengerjakan tugas, pastikan untuk mendiskusikannya dengan teman kerja atau atasan. Berhentilah menjadi superwoman / superman, karena stres dapat muncul dengan cepat akibat overload.

Work Life Balance didesain untuk membuat kehidupan kita lebih seimbang baik secara fisik, mental, dan spiritual dalam kehidupan profesional dan personal. Pastikan kamu tetap aktif bergerak, kelola stress dengan baik, cukup tidur, dan membagi waktu dengan cermat untuk mendapat keseimbangan tersebut.

Sering Lelah Saat WFH ? Mungkin Kamu Perlu “Break Time”.

“Never get so busy making a living that you forget to make a life.” – Dolly Parton

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, banyak dari kita yang beralih untuk WFH (Work From Home) atau bekerja dari rumah. Tanpa kita sadari, interaksi kita dengan layar komputer dan gawai lain semakin meningkat. Menurut lembaga riset mobile app “Annie” tahun 2020, terdapat peningkatan waktu penggunaan aplikasi non-game sebesar 25% di antara warga Indonesia dibandingkan dengan periode sebelum pandemi COVID-19.

Bagaimana sebenarnya aturan yang sehat bagi mata kita untuk menatap dan bekerja dengan layar komputer dan gawai?

Menurut Health and Safety (Display Screen Equipment) Regulations 1992, pekerja yang menggunakan layar komputer dalam pekerjaan sehari-harinya, sangat disarankan untuk melakukan “break time” atau istirahat singkat dari layar komputer setidaknya 5 menit dalam setiap jam atau dapat juga menerapkan prinsip 20-20-20, yaitu setiap 20 menit memandang ke lokasi lain sejauh 20 feet (6 meter) selama 20 detik. Regulasi tersebut juga menyebutkan bahwa istirahat singkat dan sering akan lebih baik daripada istirahat yang panjang pada periode kerja yang lama, dicontohkan bahwa mengistirahatkan mata tiap 5 menit setiap 1 jam lebih baik daripada 20 menit setiap 3 jam. 

Selain mata, postur tubuh juga perlu untuk sering diubah. Health and Safety Environment Guideline menyarankan untuk melakukan stretching (peregangan) atau sekedar berjalan menjauhi meja kerja setiap beberapa jam sekali. Hal ini untuk mencegah terjadinya sakit dan nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu, mencegah kelelahan, dan menambah energi untuk bekerja kembali.

Beberapa gejala yang disebabkan kurangnya istirahat singkat dalam menatap layar komputer adalah sebagai berikut :

  1. Mata pedih
  2. Mata terasa tidak nyaman
  3. Gelap sesaat
  4. Sakit kepala

Sebuah penelitian tahun 2014 menemukan sembilan keuntungan dari melakukan istirahat singkat secara reguler di saat jam kerja sebagai berikut:

  1. Istirahat singkat mampu meningkatkan kreativitas dan gairah bekerja (passion).

Banyak studi membuktikan bahwa pekerja yang melakukan meditasi atau ibadah di sela-sela jam kerja dapat meningkatkan kreativitas baik di dalam dan luar lingkungan kantor. Hal ini tentu menunjang kemajuan dan pertumbuhan perusahaan.

  1. Istirahat singkat dapat me-reset daya konsentrasi dan atensi yang mulai turun.

Rata-rata waktu seseorang dalam menaruh atensi dan konsentrasi penuh adalah sekitar 15-40 menit. Tak heran kita sering merasa kendor konsentrasi dan bahkan kosong jika terlalu lama berfokus pada satu pekerjaan yang sama. Berjalan-jalan keliling area taman kantor atau taman rumah dalam waktu singkat, dapat me-reset daya konsentrasi dan atensi kamu kembali.

  1. Istirahat singkat dapat membantu menurunkan Index Masa Tubuh.

Menurut CDC (Center for Disease Control) berdiri dan bergerak bahkan hanya untuk 5 menit setiap jamnya dapat membantu menurunkan Index Masa Tubuh dan menjaga lingkar perut tetap kecil.

  1. Tidur siang singkat mampu memperbaiki memori dan kemampuan belajar otak.

Studi menunjukkan bahwa tidur siang singkat , sekitar 10 menit, dapat membuat seseorang lebih awas (alert). Tidur siang sekitar 25-30 menit bahkan dapat memperbaiki memori dan meningkatkan kemampuan belajar seseorang.

  1. Istirahat makan siang sangat esensial untuk fungsi otak.

Tidak hanya menghilangkan rasa lapar, makan siang juga dapat meningkatkan produktivitas seseorang. Apalagi ketika kita memilih makan siang yang sehat, hal ini dikatakan dapat membuat sisa setengah hari kita menjadi lebih mudah untuk tubuh dan otak kita.

  1. Istirahat singkat dapat menekan angka kecelakaan kerja.

Kelelahan dan kepayahan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karenanya istirahat singkat sangat dianjurkan untuk upaya menekan angka kecelakaan kerja.

  1. Istirahat rutin dapat membantu seseorang untuk tepat jadwal.

Dr. James Levine, peneliti di Mayo Clinic Amerika Serikat, mengatakan bahwa “Break routine” (kebiasaan beristirahat dengan waktu yang sama setiap harinya) sangat krusial bagi efektivitas dan produktivitas kerja, hal ini karena proses berpikir kita tidak didesain untuk berpikir terus menerus tanpa henti. Proses berpikir kita membutuhkan waktu sebanyak mungkin untuk di-reset agar dapat berfungsi dengan efektif. Dengan proses ini, seseorang dapat lebih “On schedule”.

  1. Istirahat singkat melindungi mata dari kelelahan.

Gunakan cara yang sudah disebutkan di atas untuk mengistirahatkan mata kamu dari layar komputer dan gawai.

  1. Istirahat singkat dapat menurunkan tingkat stress.

Istirahat singkat adalah cara paling baik untuk mencegah terjadinya “burnout” atau sebuah kondisi kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh kehidupan profesional seseorang. 

Jadi selalu ingat, bahwa otak kita tidak didesain untuk berpikir dan berkonsentrasi terus menerus, semakin banyak istirahat singkat di sela-sela kerja akan semakin meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja kita, terlebih lagi untuk mencegah terjadinya kelelahan mental yang justru dapat membawa dampak negatif bagi perusahaan tempat kamu bekerja. Tetap bergerak aktif di sela-sela kerja seperti stretching, berjalan di taman, atau sekedar jalan kaki mencari makan siang akan sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Mengapa Kita Butuh Tidur ?

“ A good laugh and a long sleep are the two best cures for anything.”

Tidur bagaikan rantai emas yang menghubungkan antara kesehatan dan tubuh kita, setidaknya begitu kata para pakar kesehatan. Namun tahukah kamu bahwa setiap orang membutuhkan waktu tidur yang berbeda-beda tergantung dari usia, proses penuaan, penyakit yang diderita, tingkat stress, kehamilan, kualitas tidur, dan lain-lain ?

Menurut WHO, secara umum kebutuhan tidur tiap orang dapat digolongkan menurut usianya. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 7-9 jam tidur per hari, sedangkan remaja usia 14 – 17 tahun membutuhkan 8 – 10 jam per hari. Pada lansia, kebutuhan jam tidur hampir sama dengan remaja, namun lansia memiliki kecenderungan untuk tidur lebih singkat dan ringan.

Tidur dimulai ketika mata kita menutup. Hal ini terjadi karena secara fisiologis, bagian otak kita (pre optical cortex) mulai menutup rangsangan dari luar tubuh. Proses berlanjut hingga serangkaian pelepasan zat kimia dalam otak menuntun perlahan penurunan kesadaran hingga akhirnya kita benar-benar berada pada fase tidur pulas. 

Terdapat empat tahap tidur yang dilalui seseorang ketika tertidur.

Tahap pertama : NREM (Non Rapid Eye Movement) Sleep Stage 1

Tahapan ini merupakan periode transisi antara sadar penuh dan tertidur. Tahap ini berlangsung kurang lebih 5-10 menit.

Tahap ke-2  : NREM Sleep Stage 2

Tahapan ini dikenal dengan istilah tidur ringan / dangkal (light sleep). Pada tahap ini, otak mulai mengeluarkan gelombang tidur yang diiringi dengan menurunnya kontraksi otot-otot, menurunnya detak jantung dan suhu tubuh. Tahap ini berlangsung kurang lebih 20 menit. Pada tahap ini , seseorang masih sangat mudah untuk dibangunkan.

Tahap ke-3 : NREM Sleep Stage 3

Tahapan ini dikenal sebagai tahap tidur dalam (deep sleep). Pada tahap ini seseorang akan sulit untuk dibangunkan, dan bila terbangun, kamu mungkin akan merasakan disorientasi sesaat. Pada tahap ini, otot sepenuhnya mengalami relaksasi termasuk otot mata, sehingga tidak terdapat pergerakan mata. 

Tahap ke-4 : REM (Rapid Eye Movement)

Tahapan ini dikenal dengan tahapan mimpi. Pada tahap ini, otak menjadi sedikit lebih aktif dibanding tahapan lainnya, terjadi pergerakan mata ke segala arah yang diyakini sebagai tanda seseorang sedang mengalami mimpi. Tahapan ini terjadi sekitar 90 menit setelah seseorang tertidur. Lama tahapan ini bervariasi mulai dari 10 menit hingga 1 jam.

Tahapan dalam tidur tersebut berlangsung siklikal, artinya setelah selesai pada tahap ke-4 seseorang dapat kembali ke tahap pertama dan seterusnya hingga seseorang benar-benar terbangun.

Masing-masing fase tidur ternyata memiliki manfaat untuk tubuh kita. Pada tahap NREM Sleep (stage 1-3) tubuh kita membangun tulang dan otot, memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh yang rusak, serta memperkuat sistem imun kita. Sedang pada tahap REM Sleep tubuh memperbaiki kemampuan belajar , daya ingat, dan mood kita. Seseorang yang kekurangan tahap REM Sleep mendapat dampak yang kurang baik pada daya ingat dan kemampuan belajarnya.

Semakin bertambah usia, kamu akan mengalami penurunan tahapan NREM Sleep dalam tidurmu. Hal ini membuat lansia mengalami penurunan pada tahap tidur dalam (deep sleep) dibandingkan dengan usia dewasa muda.

Lalu kapankah seseorang dikatakan memiliki tidur yang berkualitas? 

Secara teori, ketika semua tahapan tersebut di atas dapat dilalui sesuai standar yang direkomendasikan, maka seseorang dikatakan sudah mendapat tidur yang berkualitas. Namun kadang sulit untuk mengukur secara kuantitatif tahapan tidur tanpa bantuan profesional dan alat-alat pendeteksi tahapan tidur. 

Secara umum, ada beberapa ciri yang dapat diamati ketika seseorang mengalami tidur yang berkualitas. Berikut adalah ciri-cirinya :

  • Ketika kamu dapat tertidur segera setelah berada di atas tempat tidur, yaitu dalam kurun waktu 30 menit atau kurang.
  • Ketika kamu dapat tidur semalam penuh dengan tidak terbangun lebih dari satu kali dalam satu malam.
  • Ketika kamu dapat memenuhi jumlah jam tidur yang direkomendasikan sesuai usiamu.
  • Jika kamu terbangun tengah malam, kamu dapat kembali tidur dalam waktu kurang dari 20 menit.
  • Saat bangun di pagi hari, kamu merasa segar, berenergi, dan kembali pulih.

Apa saja manfaat yang kita dapatkan ketika kita memiliki tidur yang berkualitas ? 

  • Mempertajam daya ingat
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Membuat keputusan-keputusan lebih baik
  • Mengurangi risiko-risiko penyakit kronis
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh (Imunitas)
  • Membantu mengurangi stress
  • Menjaga berat badan

Tidur yang kurang berkualitas ternyata mempengaruhi cara kerja tentara tubuh yang dikenal sebagai agen pro radang (sitokin). Secara normal, sitokin akan melawan benda asing seperti virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh dengan membuat suatu sistem radang. Kurang tidur ternyata dapat menurunkan fungsi sitokin dalam melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Nah berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu coba untuk mendapatkan tidur yang berkualitas :

  1. Buatlah jadwal tidur yang konsisten setiap harinya
  2. Jauhkan gadget saat akan tidur
  3. Berolah raga secara teratur
  4. Matikan lampu ketika tidur
  5. Baca buku sebelum tidur
  6. Mendengarkan musik yang rileks sebelum tidur

Jadi bagaimana dengan pola tidurmu? Sudah cukup berkualitas kah?

Basic Knowledge Of Stress

“Ketika harapan dan mimpi tidak sesuai dengan kenyataan, di situlah stres dimulai. Yuk kita nilai diri kita tergolong sedang stres atau tidak ya?”

Stres adalah bagian yang wajar dalam hidup kita. Banyak peristiwa yang terjadi pada diri kita atau di sekitar kita yang membuat kita stres. Namun tidak semua stres berdampak buruk. Stres yang baik dapat mendorong kita untuk lebih fokus ke tujuan kita.

Menurut update terakhir dari Mental Health Foundation United Kingdom, stres adalah perasaan kewalahan dan ketidakmampuan dalam mengatasi tekanan mental dan emosi yang menerpa diri seseorang.

Hal tersebut seringkali dialami oleh seseorang ketika mendapati kenyataan tidak sesuai dengan harapan yang ia inginkan.

Hal apa saja yang dapat memicu stres ?

Banyak hal dapat memicu stres pada diri seseorang, kehilangan, perceraian atau perpisahan, masalah keuangan yang buruk, masalah dalam pekerjaan adalah sederet contoh negatif yang dapat memicu stres pada diri seseorang.

Orang yang mengalami stres terkait dengan pekerjaan , rata-rata kehilangan 24 hari kerja per tahun akibat mengalami sakit.

Namun demikian, tak hanya masalah negatif yang dapat memicu stres, beberapa alasan positif terbukti dapat juga memicu stres. Lingkungan yang baru , liburan bersama keluarga, pindah ke rumah yang lebih besar, bahkan kenaikan jabatan pun dapat  memicu stres pada orang-orang tertentu.

Tanda jika seseorang mengalami stres sangat personal dan dapat berbeda-beda pada tiap orang, namun umumnya, jika kamu mengalami stres, kamu dapat memiliki gejala sebagai berkut :

  • Cemas
  • Takut
  • Marah dan agresif
  • Sedih
  • Irritable (Baper)
  • Frustasi
  • Depresi

Gejala tersebut kadang-kadang diikuti beberapa keluhan fisik , seperti :

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Gangguan pencernaan
  • Pernafasan cepat dan pendek (Hiperventilasi)
  • Berkeringat berlebihan
  • Berdebar-debar
  • Sakit perut, atau nyeri di bagian tubuh lain 

Selain keluhan perasaan dan fisik, stres juga mempengaruhi tingkah laku, seperti :

  • Menarik diri dari lingkungan
  • Membentak orang di sekitar anda
  • Cenderung bimbang dan tidak fleksibel
  • Gangguan tidur (sulit memulai atau sulit mempertahankan tidur dalam waktu yang cukup)
  • Mudah menangis 
  • Mengalami gangguan seksual
  • Cenderung untuk merokok dan minum alkohol lebih dari biasanya

Pada penelitian tahun 2015 yang dilakukan di kota-kota besar di Indonesia oleh sekelompok peneliti asal Australia menunjukkan tingkat depresi akibat stres pada wanita Indonesia lebih banyak dialami oleh kelompok sosioekonomi rendah. Depresi dialami oleh wanita usia muda hingga usia pertengahan. Kemiskinan dan kebiasaan merokok terbukti sangat berkontribusi terhadap kejadian depresi pada wanita Indonesia. Sebaliknya, tingkat edukasi memberi kontribusi dalam menekan angka depresi pada wanita Indonesia. Depresi yang dialami oleh wanita Indonesia dapat berakar dari permasalahan yang tidak berhubungan dengan masalah kesehatan.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa permasalahan yang paling berkaitan dengan kejadian depresi pada wanita urban di Indonesia adalah masalah pengeluaran rumah tangga pada kelompok sosioekonomi rendah, oleh karenanya sangat penting untuk memberi pelayanan kesehatan mental di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Indonesia.

Nah, kini kamu dapat menilai apakah saat ini kamu sedang mengalami gejala stres atau mungkin teman sekantor kamu ada yang mengalami gejala serupa? Berikut ini juga ada beberapa cara sederhana untuk menghilangkan stres yang bisa kamu coba sebagai sedikit pertolongan terhadap stres yang kamu alami.

Jika kamu terus menerus mengalami stres berlebih, segera hubungi tenaga profesional seperti dokter spesialis kejiwaan (psikiatri) atau psikolog untuk membantu mengatasi gejala tersebut.

Cara Mengukur Kebahagiaan Di Kantor

Mengukur kebahagiaan karyawan adalah ide yang bagus. Langkah pertama jika kamu dapat mengukur kebahagiaan karyawan dengan benar, itu dapat memandu kamu untuk meningkatkan kualitas perusahaan dengan mengidentifikasi kekuatan dan masalah yang ada didalam organisasi.

Selain itu, biasanya Sebagian besar dari pemimpin bisnis akan sangat berorientasi pada hasil yang didorong oleh data, dan akan merasa sulit jika harus menilai hal-hal yang tidak dapat dinilai dengan angka. Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk dapat mengukur kebahagiaan di kantor?

Berikut ini adalah semua cara potensial yang dapat kamu lakukan untuk mengukur kebahagiaan karyawan.

  1. Mengukur Mood Karyawan

Jika kamu ingin tahu seberapa bahagianya karyawamu, kamu dapat menanyakan kepada mereka. Atau melalui cara tradisional seperti menjalankan survey kepuasaan tahunan. Dengan begitu kamu dapat mengukur hal-hal seperti:

  • Kebahagiaan
  • Kepuasan
  • Keterikatan
  • Kesejahteraan
  • Psikologis

2. Metrik Karyawan Lainnya

Dua metrik terkait karyawan adalah:

  • Absenteeism
  • Turnover karyawan

Dua metrik diatas memiliki dampak dan korelasi langsung dengan kebahagiaan karwayan

3. Perekrutan

Perusahaan yang bahagia akan lebih banyak menarik karyawan baru yang lebih baik. Itu juga berarti kamu dapat mengukur kebahagiaan dari sana. Seperti:

  • Aplikasi pekerjaan yang diterima setelah membuka lowongan
  • Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi
  • Tingkat penerimaan penawaran kerja
  • Tingkat perekrutan yang berhasil (berapa banyak karyawan yang bertahan setidaknya beberapa bulan)

Ini akan sangat relevan di perusahaan yang berkembang pesat atau di industri di mana terdapat persaingan yang kuat untuk mendapatkan talenta terbaik.

4. Customer Metrics

Kita tahu bahwa karyawan yang bahagia akan membuat pelanggan senang. Beberapa metrik potensial yang dapat kamu ukur adalah:

  • Kebahagiaan dan kepuasan pelanggan
  • Loyalitas pelanggan
  • Presepsi Merek

5. Performa Karyawan

bahwa karyawan yang bahagia melakukan pekerjaan dengan lebih baik, jadi mengukur kebahagiaan juga bisa berarti melacak metrik seperti:

  • Produktifitas
  • Kualitas / kesalahan
  • Keselamatan / kecelakaan kerja
  • Tingkat keberhasilan proyek inovasi / perubahan

6. Perilaku Negatif

Mengingat bahwa karyawan yang bahagia cenderung tidak terlibat dalam perilaku buruk di tempat kerja, kami juga dapat melacak metrik seperti:

  • Keluhan SDM
  • Penipuan / pencurian

7. Pengukuran Psikologis

Area ini sedikit lebih spekulatif tetapi beberapa orang menyarankan untuk mengukur hal-hal seperti:

  • Kortisol dalam sampel air liur
  • Tekanan darah
  • Waktu dan kualitas tidur

Mengukur kebahagiaan karyawan dapat membantu upaya untuk meningkatkan perusahaan dan memperkuat fokus dan komitmen kepemimpinan.

Meskipun survei kepuasan secara tradisional memiliki daftar panjang masalah, ada banyak metrik lain yang dapat kita lihat. Tidak ada tempat kerja yang mengukur semua metrik ini. tergantung pada industri, situasi dan jenis karyawan, hanya sebagian kecil dari ini yang akan relevan. Tergantung setiap perusahaan untuk menentukan mana yang paling relevan dan menemukan cara yang baik untuk melacak dan menindaklanjuti metrik ini.